News

Presiden Iran Sebut Gak Ada yang Bisa Bikin Bangsa Iran Menyerah

Teheran (KABARIN) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa tidak ada kekuatan mana pun yang mampu memaksa bangsa Iran untuk menyerah, di tengah memanasnya konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat mengunjungi markas besar Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran (Iranian Red Crescent Society/IRCS) di Teheran, Rabu (15/4).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengecam keras serangan yang dilakukan AS dan Israel ke sejumlah fasilitas sipil di Iran, seperti sekolah dan pusat kesehatan.

Menurutnya, serangan ke target sipil menunjukkan bahwa pihak penyerang telah mengabaikan prinsip kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius yang seharusnya mendapat perhatian dunia internasional.

"Menyerang negara lain tanpa alasan adalah pelanggaran terhadap hukum internasional," ujar Pezeshkian, sembari mengecam sikap diam beberapa negara terhadap tindakan AS dan Israel.

Di tengah situasi yang semakin tegang, Pezeshkian juga menanggapi kebijakan blokade AS di Selat Hormuz. Ia menilai langkah tersebut justru akan menjadi bumerang bagi Amerika Serikat sendiri.

"AS dan Israel mengira mereka dapat menaklukkan Iran hanya dalam hitungan hari. Namun, saat ini AS terjebak dan tidak tahu apa yang harus dilakukan," ucap Pezeshkian dalam pidatonya di hadapan personel IRCS.

Sebelumnya, gencatan senjata selama dua pekan sempat diumumkan pada 8 April setelah adanya perundingan antara Iran dan delegasi AS di Islamabad, Pakistan.

Namun, perundingan tersebut gagal mencapai kesepakatan final. Situasi pun kembali memanas setelah AS memberlakukan blokade di Selat Hormuz untuk membatasi lalu lintas kapal yang menuju dan dari pelabuhan Iran.

Dengan kondisi yang belum stabil, konflik ini masih jauh dari kata selesai dan terus menjadi perhatian dunia, terutama karena dampaknya yang bisa meluas ke sektor ekonomi dan keamanan global.

Pewarta: Xinhua
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: